Standar Dokumentasi
Panduan penulisan dokumentasi teknis untuk Divisi IT — konsisten, jelas, dan mudah dirawat
Dokumentasi yang baik adalah investasi. Standar ini berlaku untuk semua dokumen teknis yang dibuat oleh Divisi IT.
Prinsip Penulisan
- Tujuan jelas — setiap dokumen harus jawab satu pertanyaan spesifik
- Pembaca adalah raja — tulis untuk orang yang baca, bukan untuk diri sendiri
- Jargon itu boleh, tapi jelaskan — akronim wajib ditulis lengkap di pertama muncul
- Code > Screenshot — kode bisa di-copy, screenshot nggak
- Stay alive — dokumen usang lebih bahaya dari tidak ada dokumen
Format Dokumen
Semua dokumentasi ditulis dalam Markdown dengan format sebagai berikut:
---
title: Judul Dokumen
description: Deskripsi singkat (1-2 kalimat)
---
## Pendahuluan
Konteks: kenapa dokumen ini ada, siapa target pembaca.
## Isi
Gunakan heading bertingkat (h2 → h3 → h4). Jangan lompat dari h2 ke h4.
## Referensi
- Link ke dokumen terkait
- Link ke kode sumber
Heading Structure
| Level | Penggunaan |
|---|---|
h1 | Title (otomatis dari frontmatter) |
h2 | Section utama |
h3 | Sub-section |
h4 | Detail lebih lanjut (jarang) |
Tabel
Gunakan tabel untuk data terstruktur. Pastikan rapi:
| Parameter | Tipe | Wajib | Deskripsi |
|---|---|---|---|
| `user_id` | string | ✅ | UUID user |
| `role` | string | ❌ | Default: "viewer" |
Code Block
Selalu sertakan bahasa untuk syntax highlighting:
// ✅ Good — dengan language
app.get("/health", (req, res) => res.json({ status: "ok" }));
// ❌ Bad — tanpa language
app.get("/health", (req, res) => res.json({ status: "ok" }));
Callouts
Gunakan blockquote untuk callouts penting:
⚠️ Warning: Jangan pernah commit
.envke repository.
💡 Tip: Gunakan
npm run lintsebelum commit.
📝 Note: Dokumen ini perlu di-review setiap 3 bulan.